Strategibola.com – Transfer musim dingin 2026 kembali menyuguhkan cerita menarik. Putra Zlatan Ibrahimovic, Maximilian Ibrahimovic, dikabarkan tengah berada dalam tahap negosiasi untuk meninggalkan AC Milan dan bergabung dengan Ajax Amsterdam. Media Belanda seperti De Telegraaf melaporkan bahwa Ajax telah membuka komunikasi langsung dengan Milan untuk membahas opsi peminjaman dengan klausul pembelian permanen di akhir musim. Situasi tersebut lantas memicu spekulasi bahwa Maximilian akan mengikuti jejak sang ayah yang pernah menghabiskan tiga tahun penuh prestasi bersama raksasa Belanda tersebut.
Saat ini Maximilian masih berada di tim U-23 Milan dan tampil reguler di kompetisi usia muda Italia. Sumber internal klub menyebutkan bahwa sang pemain sudah berbicara dengan beberapa tim Eredivisie lainnya, namun Ajax tetap menjadi tujuan utama karena dianggap paling ideal untuk tahap perkembangan berikutnya.
Ajax Siapkan Jalur Perkembangan untuk Putra Zlatan
Laporan menyebut Ajax berniat menurunkan Maximilian di skuad akademi elit sambil memberikan akses latihan bersama tim utama. Model ini sudah lama menjadi ciri Ajax dalam mengembangkan talenta usia dini, termasuk pemain dengan profil pasar tinggi. Dengan bermain di posisi sayap kiri, karakteristik permainan Maximilian dianggap cocok dengan struktur 4-3-3 Ajax yang menekankan progresi bola, tekanan tinggi, dan disiplin taktik.
Maximilian sendiri masih terikat kontrak hingga 2027 bersama Milan. Ia baru saja mendapatkan panggilan pertamanya ke skuad senior pada Desember lalu dalam laga semifinal Piala Super Italia melawan Napoli. Meski hanya menjadi pemain cadangan yang tidak diturunkan, momen tersebut menjadi penanda bahwa Milan menilai progres sang pemain cukup positif.
Ikuti Jejak Sang Ayah: Zlatan Ibrahimovic dan Warisan Ajax
Jika kesepakatan tercapai, transfer Maximilian menuju Ajax akan memiliki nilai emosional tersendiri. Zlatan Ibrahimovic, yang kini menjabat sebagai penasihat senior Milan, pernah menjadi salah satu pemain paling ikonik Ajax pada era 2001-2004. Dalam periode tersebut Zlatan mencetak total 48 gol dalam 110 penampilan dan meraih empat trofi utama, termasuk dua gelar Eredivisie.
Performa di Belanda menjadi batu loncatan bagi Zlatan untuk memasuki panggung elite Eropa. Setelah meninggalkan Ajax, kariernya melebar ke Juventus, Inter Milan, Barcelona, AC Milan, Paris Saint-Germain, Manchester United, dan LA Galaxy. Rangkaian perjalanan itu membuat Zlatan menjadi salah satu penyerang paling produktif dan berpengaruh di generasi modern sepak bola.
Karier Zlatan Menjadi Referensi Perkembangan Maximilian
Zlatan menjalani puncak kariernya di Paris saat mencetak 156 gol dalam 180 pertandingan dan membawa PSG meraih 12 gelar utama. Ia lalu pindah ke Inggris untuk bergabung dengan Manchester United dan menyumbang gelar Liga Europa serta Piala Liga pada musim 2016/17. Setelah dua tahun di MLS bersama LA Galaxy, Zlatan kembali ke Milan dan mencetak 37 gol tambahan sebelum menutup karier pada 2023. Pada usia 41, Zlatan mencetak gol ke gawang Udinese dan menjadi pencetak gol tertua sepanjang sejarah Serie A.
Dengan warisan tersebut, publik kini menunggu apakah Maximilian mampu membangun jalur kariernya sendiri. Banyak pengamat menilai bahwa Ajax merupakan lingkungan ideal untuk pemain muda berbakat karena memiliki sistem pelatihan yang konsisten dan kultur pengembangan talenta yang kuat.
Posisi Tawar Milan dan Kepentingan Ajax
Dari perspektif teknis, Milan sadar bahwa menit bermain adalah faktor penting. Dengan padatnya kompetisi Serie A dan mayoritas menit bermain ditempati pemain senior, sulit bagi Maximilian untuk mendapatkan jam terbang penuh. Sementara Ajax membutuhkan winger muda dengan profil kombinasi teknik, fisik, dan proyeksi jangka panjang. Kesamaan kebutuhan ini membuat kedua klub berada dalam titik kepentingan yang saling beririsan.
Jika Ajax memilih opsi pembelian, Milan diperkirakan akan memasukkan klausul penjualan kembali atau persentase penjualan masa depan. Skema tersebut umum terjadi dalam transfer talenta muda Eropa.
Bagaimana Respons Klub dan Agenda Berikutnya
Milan saat ini masih tampil kompetitif di Serie A dan baru menelan satu kekalahan. Tim asuhan Cesc Fabregas dijadwalkan menghadapi Como pada pekan depan, sementara Ajax akan berhadapan dengan AZ Alkmaar di babak 16 besar Piala Belanda. Meski belum ada pengumuman resmi, rumor transfer Maximilian Ibrahimovic ke Ajax diperkirakan bergerak cepat karena jendela musim dingin hanya berlangsung beberapa minggu.
Penutup: Masa Depan Maximilian Ibrahimovic
Bursa transfer Eropa 2026 diperkirakan akan menjadi titik penting bagi Maximilian. Ia berpeluang menambah jam terbang dan beradaptasi di level kompetitif yang lebih tinggi. Selain itu, ia dapat membangun jalur kariernya sendiri tanpa tekanan nama besar sang ayah.
Apabila kepindahan ke Ajax terwujud, Maximilian akan mendapatkan lingkungan yang terkenal dalam pengembangan winger dan penyerang kreatif. Oleh karena itu, Ajax dinilai sebagai destinasi yang ideal untuk fase awal kariernya.





