Strategibola – Cristiano Ronaldo kembali mencatatkan sejarah besar di Piala Dunia 2026. Dalam laga dramatis antara Portugal vs Kroasia di babak 32 besar, Selecao da Quinas sukses menang 2-1 dan memastikan tiket ke babak 16 besar.
Pertandingan ini bukan hanya menjadi kemenangan penting bagi Portugal, tetapi juga menjadi momen spesial bagi Ronaldo. Gol penalti yang ia cetak ke gawang Kroasia membuatnya memecahkan rekor sebagai pemain tertua yang mencetak gol di fase gugur Piala Dunia.

Portugal Menang Dramatis atas Kroasia
Laga Portugal vs Kroasia berlangsung dengan tensi tinggi sejak awal pertandingan. Kroasia lebih dulu membuka keunggulan melalui Ivan Perisic. Gol tersebut membuat Portugal berada dalam tekanan besar karena mereka harus mengejar ketertinggalan di laga sistem gugur.
Namun Portugal tidak menyerah. Cristiano Ronaldo menjadi pembeda ketika Portugal mendapatkan hadiah penalti. Dengan pengalaman dan ketenangan luar biasa, Ronaldo sukses mengeksekusi penalti dan mengubah skor menjadi 1-1.
Drama semakin panas ketika pertandingan memasuki masa injury time. Goncalo Ramos akhirnya mencetak gol kemenangan yang membuat Portugal menang 2-1 atas Kroasia.
Rekor yang Dipecahkan Cristiano Ronaldo
Gol Ronaldo ke gawang Kroasia menjadi sangat bersejarah. Pada usia sekitar 41 tahun, Ronaldo mencatatkan diri sebagai pemain tertua yang mencetak gol di fase gugur Piala Dunia.
Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh Pepe, yang mencetak gol untuk Portugal di fase gugur Piala Dunia 2022 pada usia 39 tahun 283 hari. Ronaldo berhasil melampaui catatan itu melalui gol penalti penting di laga melawan Kroasia.
Rekor ini semakin memperkuat status Ronaldo sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola dunia. Di usia yang tidak lagi muda, ia masih mampu tampil di level tertinggi dan memberi kontribusi besar untuk negaranya.
Ronaldo Cetak Gol di Enam Edisi Piala Dunia
Selain menjadi pencetak gol tertua di fase gugur, Ronaldo juga mempertegas catatan luar biasa lainnya. Ia menjadi pemain pria pertama yang mampu mencetak gol di enam edisi Piala Dunia berbeda.
Ronaldo sebelumnya sudah mencetak gol di Piala Dunia 2006, 2010, 2014, 2018, dan 2022. Dengan tambahan gol di Piala Dunia 2026, catatan tersebut semakin sulit disaingi oleh pemain lain.
Ini membuktikan bahwa Ronaldo bukan hanya legenda satu generasi, tetapi pemain yang mampu menjaga konsistensi selama dua dekade di panggung sepak bola dunia.
Rekor yang Belum Dipecahkan Ronaldo
Meski mencetak rekor sebagai pemain tertua yang mencetak gol di fase gugur Piala Dunia, Ronaldo belum memecahkan rekor pencetak gol tertua sepanjang sejarah Piala Dunia.
Rekor tersebut masih dimiliki oleh Roger Milla dari Kamerun, yang mencetak gol di Piala Dunia 1994 pada usia 42 tahun 39 hari.
Artinya, Ronaldo memang sudah mencetak sejarah baru di fase gugur, tetapi masih belum melewati rekor Roger Milla sebagai pencetak gol tertua secara keseluruhan di Piala Dunia.
Portugal Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Kemenangan 2-1 atas Kroasia membuat Portugal resmi lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Hasil ini menjadi bukti bahwa Portugal masih menjadi salah satu tim berbahaya di turnamen ini.
Di babak 16 besar, Portugal akan menghadapi Spanyol. Duel Portugal vs Spanyol diprediksi menjadi salah satu laga paling panas karena mempertemukan dua raksasa Eropa dengan sejarah rivalitas panjang.
Ronaldo kembali akan menjadi sorotan utama. Jika mampu mencetak gol lagi, ia berpeluang menambah daftar rekor pribadinya di Piala Dunia 2026.
Kesimpulan
Cristiano Ronaldo memecahkan rekor sebagai pemain tertua yang mencetak gol di fase gugur Piala Dunia setelah mencetak gol penalti dalam laga Portugal vs Kroasia di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Gol tersebut membantu Portugal menang 2-1 dan lolos ke babak 16 besar. Selain itu, Ronaldo juga memperpanjang catatannya sebagai pemain pria pertama yang mencetak gol di enam edisi Piala Dunia berbeda.
Meski belum memecahkan rekor pencetak gol tertua sepanjang sejarah Piala Dunia milik Roger Milla, Ronaldo tetap membuktikan bahwa dirinya masih menjadi pemain besar yang mampu menentukan hasil pertandingan di level tertinggi.









