Strategibola.com – Timnas Mesir berhasil menyingkirkan Australia melalui drama adu penalti di Stadion AT&T, Arlington, Texas, setelah pertandingan sengit yang berakhir dengan tensi tinggi hingga perpanjangan waktu.
Kemenangan ini membawa Mesir melaju ke babak 16 besar yang akan digelar di Atlanta pada 7 Juli, di mana mereka akan menghadapi pemenang laga antara Argentina dan Tanjung Verde.
Australia Sempat Mengancam Lebih Dulu
Australia memulai pertandingan dengan agresif. Cristian Volpato hampir membuka keunggulan lebih cepat setelah tendangan jarak jauhnya hanya membentur mistar gawang pada lima menit awal.
Namun Mesir perlahan mengambil alih kendali permainan. Mereka akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-13 melalui sundulan Emam Ashour yang memanfaatkan umpan silang Karim Hafez di tiang jauh.
Drama Cedera dan Kebangkitan Australia
Menjelang turun minum, Australia harus kehilangan Jordan Bos yang mengalami cedera lutut serius. Meski begitu, mereka bangkit di babak kedua.
Gol penyama kedudukan lahir dari situasi tidak menguntungkan bagi Mesir. Tendangan bebas Aiden O’Neill dari sisi kiri membentur Mohamed Hany dan berubah menjadi gol bunuh diri—yang menjadi gol bunuh diri kedua Hany di turnamen ini.
Sebelumnya, sempat terjadi kontroversi terkait kondisi Hany yang diduga mengalami benturan kepala, namun tetap melanjutkan permainan.
Momen Emas yang Terbuang
Mesir hampir memastikan kemenangan di waktu normal ketika umpan Mohamed Salah disambut sundulan Ramy Rabia. Namun kiper Australia, Patrick Beach, melakukan penyelamatan krusial yang menjaga timnya tetap hidup. Laga pun berlanjut ke babak tambahan yang penuh ketegangan.
Pergantian Kiper yang Berujung Bumerang
Pelatih Australia, Tony Popovic, mengambil keputusan berani dengan mengganti kiper Patrick Beach di menit ke-119 dan memasukkan Mathew Ryan, yang dianggap lebih berpengalaman dalam adu penalti. Namun strategi ini justru tidak membuahkan hasil, mengingat Mesir tampil lebih tenang saat eksekusi penalti.
Mesir Sempurna di Titik Putih
Australia gagal memanfaatkan kesempatan setelah Harry Souttar menendang penalti pertama melambung, disusul kegagalan Lucas Herrington yang mengenai mistar. Sementara itu, seluruh eksekutor Mesir sukses menjalankan tugasnya, termasuk Mohamed Salah yang mengeksekusi penalti gaya Panenka dengan percaya diri.
Bek Hossam Abdelmaguid kemudian memastikan kemenangan Mesir dengan eksekusi terakhir yang membawa mereka menang 4-2 di adu penalti.
Strategi yang Gagal Mengulang Sejarah
Keputusan mengganti kiper di menit akhir mengingatkan pada strategi legendaris Belanda di Piala Dunia 2014, ketika Louis van Gaal sukses memasukkan Tim Krul khusus untuk adu penalti. Namun kali ini, eksperimen Australia justru berakhir berbeda—tidak ada penyelamatan, hanya kekalahan yang harus diterima.





