Strategibola – Final ASEAN Hyundai Cup 2026 antara Vietnam dan Thailand mendapat perhatian istimewa dari panggung sepak bola dunia. Presiden FIFA Gianni Infantino hadir langsung di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, untuk menyaksikan duel leg kedua partai puncak pada Rabu (26/8/2026) malam.
Infantino tidak datang sendirian. Orang nomor satu FIFA tersebut didampingi Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafström. Keduanya tiba di Hanoi menggunakan pesawat khusus dan disambut Presiden Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF), Tran Quoc Tuan.
Kehadiran Infantino membuat duel klasik Vietnam kontra Thailand terasa lebih dari sekadar pertandingan perebutan gelar Asia Tenggara. Final tersebut menjadi panggung bagi sepak bola ASEAN untuk menunjukkan perkembangan dan daya tariknya di hadapan pimpinan tertinggi sepak bola dunia.
Gianni Infantino Duduk di Tribun VIP My Dinh
Infantino terlihat berada di tribun VIP Stadion My Dinh bersama sejumlah tokoh penting. Turut hadir pejabat sepak bola AFC dan AFF serta Presiden Federasi Sepak Bola Thailand (FAT), Nualphan Lamsam atau Madam Pang.
Kehadiran Presiden FIFA di partai final ASEAN bukan pertama kalinya. Infantino sebelumnya juga menghadiri final AFF Cup 2022 antara Thailand dan Vietnam di Stadion Thammasat pada Januari 2023. Ia juga pernah hadir dalam kegiatan sepak bola Asia Tenggara di Singapura pada Desember 2021.
Hal tersebut menunjukkan bahwa FIFA memberikan perhatian terhadap sepak bola di kawasan yang memiliki basis pendukung sangat besar ini.
Vietnam Datang dengan Keunggulan 2-0
Final ASEAN Hyundai Cup 2026 menggunakan format dua leg. Vietnam membawa modal sangat besar setelah memenangi pertandingan pertama 2-0 atas Thailand di Stadion Rajamangala, Bangkok, pada 22 Agustus 2026.
Nguyen Hai Long membuka keunggulan Vietnam pada menit ke-62, kemudian Nguyen Quang Hai menggandakannya tujuh menit berselang.
Thailand kemudian datang ke Hanoi dengan misi membalikkan keadaan. Pertandingan leg kedua berlangsung dramatis dan berakhir 2-2, sehingga Vietnam memastikan gelar dengan kemenangan agregat 4-2.
Vietnam Juara di Depan Presiden FIFA
Malam di My Dinh akhirnya menjadi pesta besar bagi tuan rumah. Vietnam berhasil mempertahankan gelar ASEAN setelah menahan Thailand 2-2.
Thailand sempat membuka skor melalui Yotsakon Burapha pada menit ke-12. Vietnam menyamakan kedudukan melalui gol bunuh diri Chatchai Bootprom pada menit ke-52. Wanchai Jarunongkran kemudian kembali membawa Thailand unggul pada menit ke-84, sebelum gol bunuh diri pada penghujung pertandingan memastikan skor berakhir 2-2.
Dengan kemenangan agregat 4-2, Vietnam sukses mempertahankan gelar yang mereka raih pada edisi sebelumnya. Hampir 40.000 penonton hadir menyaksikan laga penentuan tersebut di My Dinh.
Kehadiran Infantino Jadi Sinyal Penting untuk Sepak Bola ASEAN
Ada satu hal yang membuat final 2026 terasa istimewa: pertandingan level regional ini disaksikan langsung oleh Presiden dan Sekretaris Jenderal FIFA.
Kehadiran mereka tidak otomatis berarti akan ada perubahan status kompetisi atau kebijakan khusus FIFA. Namun, sumber pemerintah Vietnam dan media setempat menilai kunjungan tersebut mencerminkan meningkatnya perhatian FIFA terhadap perkembangan sepak bola Asia Tenggara.
Dengan rivalitas kuat, basis suporter besar, serta perkembangan tim nasional di berbagai negara, ASEAN mempunyai potensi besar untuk semakin diperhitungkan dalam sepak bola Asia.
Final Vietnam kontra Thailand kali ini pun tidak hanya menghasilkan seorang juara. Di depan mata Presiden FIFA, sepak bola Asia Tenggara mendapatkan panggung untuk menunjukkan besarnya gairah dan potensi kawasan ini kepada dunia.







