Antonio Conte Sindir Ruben Amorim: Hojlund Dinilai Gagal Dimaksimalkan di Man United

Antonio Conte Sindir Ruben Amorim

Strategibola.com – Antonio Conte kembali menjadi sorotan setelah komentarnya mengenai perkembangan Rasmus Hojlund di Napoli memunculkan sindiran halus terhadap mantan pelatih Manchester United, Ruben Amorim. Dalam wawancara jelang laga Serie A, pelatih berkebangsaan Italia itu menyinggung bagaimana striker Denmark tersebut tampil jauh lebih baik setelah meninggalkan Old Trafford dan bekerja di bawah sistem kepelatihan yang menurutnya lebih tepat.

Perjalanan Hojlund sejak kedatangannya ke Napoli pada awal musim memang menarik untuk diamati. Striker muda tersebut sempat mengalami masa sulit di Manchester United pada musim keduanya ketika klub masih ditangani Ruben Amorim. Situasi tersebut mendorong United memutuskan melepas Hojlund ke Napoli dengan status pinjaman, sementara Amorim memilih untuk mengandalkan Benjamin Sesko sebagai penyerang utama.

Musim Kedua yang Berat di Old Trafford

Hojlund sebenarnya menjalani musim pertama yang menjanjikan di bawah asuhan Erik ten Hag. Pemain berusia 22 tahun itu mencetak 16 gol dalam 43 penampilan di semua kompetisi dan turut membantu United menjuarai Piala FA. Namun musim berikutnya berubah menjadi jauh lebih sulit. Tercatat hanya sepuluh gol dari 52 pertandingan yang membuat kepercayaan Amorim terhadap eks penyerang Atalanta tersebut perlahan menurun.

United kemudian aktif mendatangkan penyerang baru pada jendela transfer musim panas. Bryan Mbeumo, Matheus Cunha, dan Sesko direkrut untuk memperkuat lini depan. Keputusan tersebut secara tidak langsung mempersempit peluang Hojlund untuk tampil sebagai pilihan utama di Old Trafford. Amorim akhirnya mencadangkan sang striker dan lebih mengandalkan Sesko sebagai nomor 9 baru.

Keputusan itu terbukti menjadi titik balik karier Hojlund. Setelah minim kontribusi dan kesulitan menemukan ritme permainan, United melepasnya ke Napoli dengan harapan sang pemain dapat menumbuhkan kembali rasa percaya dirinya.

Conte Beri Ruang dan Sistem yang Lebih Sesuai

Di Napoli, pelatih Antonio Conte menempatkan Hojlund pada sistem yang memberi ruang lebih besar untuk berlari, mencari posisi, dan memaksimalkan kemampuan transisinya. Conte yang dikenal sebagai pelatih dengan fondasi taktik kuat memanfaatkan fisik Hojlund dan agresivitasnya dalam duel bola.

Hasilnya cukup terlihat. Sejauh musim ini, Hojlund berhasil mencetak sembilan gol untuk Napoli dan kembali menunjukkan potensi yang sempat membuat Manchester United mengeluarkan 64 juta poundsterling untuk membelinya dari Atalanta.

Dalam konferensi pers, Conte tidak hanya memberikan pujian tetapi juga menyelipkan kalimat yang terdengar seperti kritik kepada Amorim dan United.

“Rasmus berkembang sangat pesat sejak pertama kali tiba. Ia masih 22 tahun dan memiliki potensi besar. Pemain muda seperti dia membutuhkan pelatih yang mampu mengasah kemampuan, memahami posisi, dan cara bekerja untuk tim,” ujar Conte.

Dari pernyataan tersebut, terlihat jelas bahwa Conte menekankan pentingnya pembinaan teknis dan struktural untuk pemain muda. Ia menambahkan bahwa tugas staf kepelatihan adalah membuat pemain lebih baik daripada saat pertama kali datang, sebuah kalimat yang banyak pihak tafsirkan sebagai kritik terselubung terhadap cara Amorim mengelola Hojlund.

Amorim Gagal Namun Sesko Belum Meyakinkan

Ironisnya, keputusan Amorim melepas Hojlund sekaligus memberi ruang kepada Sesko justru belum menghasilkan dampak signifikan. Sesko memang mencetak lima gol dari 19 penampilan untuk United namun tiga golnya baru hadir pada dua laga terakhir. Statistik tersebut belum cukup untuk menunjukkan bahwa perekrutannya merupakan peningkatan mutlak dibanding Hojlund.

Meski demikian, situasi di Old Trafford kini berubah setelah Amorim dipecat. Hasil imbang 1-1 melawan Leeds United menjadi puncak kekecewaan manajemen. Setelah itu, Michael Carrick ditunjuk sebagai pelatih interim hingga akhir musim.

Napoli Berjuang untuk Liga Champions dan Potensi Transfer Permanen

Kesuksesan Hojlund bersama Napoli bukan hanya soal kebangkitan personal, tetapi juga berdampak pada peluang transfer permanen. Kontrak pinjamannya memiliki klausul kewajiban membeli apabila Napoli berhasil lolos ke Liga Champions musim depan. Hal tersebut membuat Conte dan timnya berjuang keras mempertahankan posisi di papan atas Serie A.

Saat ini, persaingan empat besar di Italia sangat ketat. Inter dan AC Milan memimpin klasemen, sementara Juventus dan Roma terus menekan. Napoli berupaya memastikan posisi yang aman dalam zona Eropa, mengingat faktor finansial klub juga dipengaruhi oleh pendapatan dari kompetisi Eropa.

Sindiran Conte Sebagai Diskursus Publik

Sindiran halus Antonio Conte telah memunculkan banyak diskusi di media Italia maupun Inggris. Sebagian pihak menilai bahwa sindiran tersebut menggambarkan kesalahan pendekatan Amorim terhadap pemain muda, sementara sebagian lain menilai bahwa United sebagai institusi juga memiliki andil dalam penurunan performa Hojlund.

Perdebatan tersebut mempertegas bahwa transisi pemain dari satu sistem ke sistem lain dapat berdampak besar terhadap kariernya. Dalam kasus Hojlund, perpindahan dari Amorim ke Conte menjadi contoh nyata bagaimana taktik dan filosofi pelatih dapat menentukan perkembangan seorang striker.

Comments are closed.