Strategibola – Nama Cole Palmer selama ini identik dengan Manchester City dan kini Chelsea. Namun, di balik perjalanan kariernya, tersimpan fakta menarik: Palmer ternyata tumbuh sebagai pendukung Manchester United.
Palmer lahir dan besar di Wythenshawe, kawasan yang dikenal sebagai basis kuat fans Setan Merah. Sejak kecil, atmosfer Old Trafford lebih dekat dengan kesehariannya dibanding Etihad Stadium.
Wayne Rooney, Idola Masa Kecil Palmer
Kecintaan Palmer pada United tak lepas dari sosok Wayne Rooney. Rooney menjadi figur yang paling ia kagumi saat tumbuh besar.
Dalam sebuah wawancara pada 2023, Palmer secara terbuka mengakui bahwa Rooney adalah pahlawan sepak bola masa kecilnya. Ia menyebut gaya bermain agresif dan karakter kepemimpinan Rooney sebagai inspirasi utama.
15 Tahun di City, Tapi Hati Tak Pernah Berubah
Meski mengidolakan United, Palmer justru menghabiskan 15 tahun masa pembinaan bersama Manchester City. City menawarkan fasilitas akademi dan jalur pengembangan yang lebih jelas saat itu.
Fakta unik diungkapkan sang kakek, Sterry. Palmer disebut sering mengenakan atribut Manchester United ketika berangkat latihan di City, jauh sebelum namanya dikenal publik.
Hampir Gabung Man United di Usia 16 Tahun
Kesempatan Palmer bergabung dengan United sebenarnya pernah terbuka. Mantan pelatih akademi MU, Colin Little, mengungkap bahwa Palmer nyaris direkrut saat berusia 16 tahun.
Namun, tawaran City dinilai lebih konkret dan menjanjikan. Keputusan itu membuat Palmer bertahan di Etihad dan melanjutkan jalur profesionalnya hingga debut tim utama.
Chelsea, Cedera, dan Kontrak Panjang
Pada 2023, Palmer hijrah ke Chelsea dengan nilai transfer sekitar 42,5 juta poundsterling. Awalnya, ia langsung menjadi andalan.
Musim ini situasinya berbeda. Cedera pangkal paha membatasi kontribusinya di Premier League. Palmer baru mencatatkan 11 kali starter, jauh dari peran sentral musim sebelumnya.
Meski masih terikat kontrak hingga 2033, sumber internal menyebut Palmer tidak menutup kemungkinan kembali ke Manchester suatu hari nanti.
Calon Pengganti Bruno Fernandes?
Manchester United sendiri tengah bersiap menghadapi kemungkinan hengkangnya Bruno Fernandes. Klausul rilis senilai 57 juta poundsterling membuka peluang kepergian sang kapten.
Jika itu terjadi, Palmer dianggap kandidat ideal untuk mengisi peran kreatif di belakang striker. Usia muda, fleksibilitas posisi, dan kedekatan emosional dengan klub menjadi nilai plus.
Menariknya, Jason Wilcox—kepala departemen sepak bola United saat ini—adalah sosok yang dulu terlibat langsung dalam pengembangan Palmer di akademi City.
Takdir Menuju Old Trafford?
Palmer masih sering pulang ke Wythenshawe, bertemu keluarga dan teman lama. Bagi banyak pengamat, itu bukan sekadar nostalgia, melainkan sinyal bahwa ikatan emosionalnya dengan Manchester belum pernah putus.
Jika takdir berpihak, bukan mustahil Cole Palmer suatu hari mengenakan seragam merah Manchester United—klub yang sejak kecil diam-diam selalu ia dukung.





