Strategibola.com – Laga Como vs AC Milan dalam lanjutan Serie A 2025/2026 menghadirkan duel sengit yang penuh dinamika. Bermain di kandang sendiri, Como tampil agresif dan mendominasi jalannya pertandingan, namun efektivitas menjadi pembeda utama. AC Milan menunjukkan kualitas mereka sebagai tim papan atas dengan memaksimalkan peluang, di mana Adrien Rabiot tampil sebagai penentu lewat dua gol krusial. Hasil Como vs AC Milan ini menegaskan bahwa dominasi permainan tidak selalu berbanding lurus dengan hasil akhir.
Jalannya Pertandingan Como vs AC Milan

Nico Paz dan Luka Modric beraksi dalam laga Serie A antara Como vs Milan di Stadio Giuseppe Sinigaglia, 16 Januari 2026 (c) Antonio Saia/LaPresse via AP
Pertandingan yang digelar di Stadio Giuseppe Sinigaglia berlangsung dengan tempo tinggi sejak menit awal. Como langsung mengambil inisiatif serangan dan menekan pertahanan AC Milan.
Agresivitas tuan rumah membuahkan hasil cepat. Pada menit ke-10, skema sepak pojok pendek dimanfaatkan dengan baik. Umpan silang Martin Baturina disambut sundulan keras Marc Oliver Kempf yang gagal diantisipasi Mike Maignan. Como unggul 1-0 dan semakin percaya diri mengontrol permainan.
Setelah tertinggal, Milan mengalami kesulitan membangun serangan. Lini tengah Rossoneri kurang efektif dalam progresi bola, membuat mereka minim ancaman hingga mendekati akhir babak pertama.
Babak Pertama Didominasi Como
Sepanjang paruh pertama, Como unggul dalam penguasaan bola dan intensitas serangan. Dua peluang berbahaya tercipta melalui Nico Paz dan Lucas Da Cunha, namun Maignan tampil gemilang menjaga gawang Milan tetap aman.
Momentum Milan baru hadir menjelang turun minum. Adrien Rabiot memanfaatkan kesalahan Mergim Vojvoda di sisi kanan dan masuk ke kotak penalti. Kempf melakukan tekel terlambat yang berujung penalti.
Eksekusi penalti dilakukan dengan tenang oleh Christopher Nkunku pada menit ke-45+1. Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-1 dan memberi napas bagi Milan sebelum jeda, meski secara statistik Como lebih unggul.
Efektivitas Milan di Babak Kedua

Duel Mergim Vojvoda dan Davide Bartesaghi dalam laga Serie A antara Como vs Milan di Stadio Giuseppe Sinigaglia, 16 Januari 2026 (c) Antonio Saia/LaPresse via AP
Memasuki babak kedua, Como kembali tampil agresif. Nico Paz hampir membawa tuan rumah kembali unggul lewat tembakan jarak jauh, namun Maignan kembali melakukan penyelamatan penting.
Situasi berubah drastis pada menit ke-55. Milan melancarkan serangan balik cepat yang diawali pergerakan Rafael Leao dari sisi kiri. Umpan matang diberikan kepada Rabiot yang merangsek dari lini kedua.
Dengan kontrol dada yang sempurna, Rabiot melepaskan tendangan mendatar ke tiang jauh dan membawa Milan berbalik unggul 2-1. Gol ini menjadi titik balik pertandingan, meski Como tetap berusaha menekan.
Como nyaris menyamakan skor pada menit ke-59, namun sepakan Paz hanya membentur sisi luar tiang gawang. Tekanan terus dilancarkan, tetapi pertahanan Milan tampil lebih disiplin dalam mengelola situasi.
Brace Adrien Rabiot Kunci Kemenangan
Saat Como terus mencari gol penyeimbang, Milan justru kembali menghukum tuan rumah. Pada menit ke-88, Rabiot merebut bola liar di sudut kanan kotak penalti dan melepaskan tembakan kaki kiri akurat ke sudut bawah gawang.
Gol kedua Rabiot memastikan kemenangan Milan dengan skor 3-1. Brace ini menegaskan peran vital sang gelandang dalam skema permainan Milan, khususnya dalam memanfaatkan ruang saat lawan terlalu fokus menyerang.
Sisa waktu pertandingan dimanfaatkan Milan untuk menjaga ritme dan mengamankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.
Dampak Hasil Como vs AC Milan di Klasemen
Kemenangan ini membuat AC Milan semakin kokoh di posisi runner-up klasemen Serie A dengan koleksi 43 poin dari 20 pertandingan. Jarak dengan pemuncak klasemen tetap terjaga, menjaga tekanan dalam persaingan papan atas.
Bagi Como, kekalahan ini terasa menyakitkan karena terjadi saat mereka tampil dominan. Meski demikian, posisi keenam dengan 34 poin masih mencerminkan performa solid mereka musim ini. Evaluasi utama bagi Como terletak pada efektivitas penyelesaian akhir dan konsentrasi saat menghadapi serangan balik.
Statistik dan Gambaran Permainan
Secara statistik, Como unggul signifikan dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan. Namun Milan tampil jauh lebih efisien dalam memanfaatkan peluang.
Dominasi tidak selalu menjadi jaminan kemenangan, dan laga Como vs AC Milan menjadi contoh nyata bagaimana efektivitas serta ketenangan di momen krusial menentukan hasil akhir pertandingan.
Hasil Como vs AC Milan menegaskan perbedaan kualitas dalam memanfaatkan peluang. Meski ditekan sepanjang laga, Milan tampil klinis melalui kontribusi besar Adrien Rabiot. Sementara itu, Como harus belajar dari kegagalan mengonversi dominasi menjadi hasil nyata jika ingin bersaing lebih konsisten di papan atas Serie A.





