Strategibola – Real Madrid bisa disebut sebagai klub paling ditakuti di Eropa. Trofi Liga Champions seolah menjadi langganan mereka. Namun, ada satu kompetisi yang sering berubah menjadi mimpi buruk: Copa del Rey .
Sejak memasuki abad ke-21, turnamen ini justru sering menampilkan sisi rapuh Los Blancos. Bukan hanya kalah, tetapi dipermalukan oleh tim-tim yang secara kasta, anggaran, dan kualitas berada jauh di bawah mereka .
Ironisnya, di saat Barcelona menjadikan Copa del Rey sebagai panggung dominasi domestik, Real Madrid justru berkali-kali terjebak dalam kisah kegagalan yang sulit dilupakan.
Berikut lima kekalahan paling menyakitkan Real Madrid di Copa del Rey era modern.
5. Zaragoza Menggila, Madrid Tak Berkutik (2006)
Musim 2005/2006 menjadi saksi salah satu kekalahan paling brutal Real Madrid. Bertandang ke markas Real Zaragoza pada leg pertama semifinal, Madrid dihajar tanpa ampun.
Diego Milito tampil seperti mimpi buruk hidup bagi lini belakang Madrid. Empat gol ia lesakkan, dua lainnya disumbang Ewerthon. Skor 6-1 menjadi catatan keras bagi tim bertabur bintang.
Meski Madrid membalas dengan kemenangan 4-0 di leg kedua, defisit gol terlalu besar. Kekalahan ini menjadi simbol runtuhnya era Galacticos jilid pertama dan ikut mempercepat mundurnya Florentino Perez dari kursi presiden.
4. Albacete dan Luka yang Masih Segar (2026)
Musim 2025/2026 menghadirkan cerita terbaru. Real Madrid tersingkir oleh Albacete, klub kasta kedua, di babak 16 besar.
Pertandingan ini menjadi debut pelatih anyar Alvaro Arbeloa, namun alih-alih kebangkitan, Madrid justru tampil tanpa arah. Skuad lapis kedua dan pemain muda gagal menunjukkan mental juara.
Gol telat Jefte Betancor di menit ke-94 menutup laga dengan skor 3-2. Kekalahan ini terasa sangat pahit karena Albacete belum pernah mengalahkan Madrid sebelum laga tersebut.
3. Real Union dan Hukum Gol Tandang (2008)
Pada Copa del Rey 2008/2009, Real Madrid kembali dipermalukan klub kecil. Kali ini oleh Real Union, tim divisi tiga.
Madrid kebobolan di menit kedua, kehilangan kendali, dan gagal janji keadaan di leg pertama yang berakhir 3-2 untuk tuan rumah.
Meski menang 4-3 di Santiago Bernabeu pada leg kedua, aturan gol tandang menjadi mimpi buruk. Real Union lolos, Madrid tersengkir, dan publik kembali menyerap mentalitas tim di kompetisi ini.
2. Alcorconazo: Luka yang Tak Terhapus (2009)
Satu kata yang selalu diingat fans Madrid setiap Copa del Rey: Alcorconazo .
Pada musim 2009/2010, Real Madrid mempermalukan Alcorcon dengan skor telak 4-0 di leg pertama babak 32 besar. Lebih menyakitkan lagi, Madrid menurunkan pemain-pemain besar seperti Benzema, Raul, dan Arbeloa.
Kekalahan ini bukan sekadar hasil buruk, melainkan simbol kegagalan total. Kemenangan 1-0 di leg kedua hanya menjadi catatan kecil dalam salah satu malam tergelap sejarah klub.
1. Alcoyano dan Malam Paling Memmalukan (2021)
Jika ada satu kekalahan yang benar-benar meruntuhkan wibawa Real Madrid, maka itu adalah kekalahan dari Alcoyano pada tahun 2021.
Madrid unggul lebih dulu lewat Eder Militao dan tampak akan melaju dengan mudah. Namun Alcoyano menyamakan skor di menit ke-80 dan memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu.
Yang membuat kekalahan ini abadi dalam sejarah adalah fakta bahwa Alcoyano bermain dengan 10 pemain , tetapi justru mampu mencetak gol kemenangan di menit ke-115. Madrid tersingkir, Zidane dikritik habis-habisan, dan musim itu berakhir tanpa satu pun trofi.
Copa del Rey, Ujian Mental Bernama Madrid
Deretan kekalahan ini membuktikan bahwa Copa del Rey bukan sekadar soal kualitas pemain. Mental bertanding, fokus, dan rasa lapar untuk menang sering kali menjadi masalah utama Real Madrid di turnamen ini.
Setiap musim berlalu, harapan selalu ada. Namun sejarah terus mengingatkan bahwa bagi Real Madrid, Copa del Rey sering kali berubah menjadi panggung tragedi, bukan kejayaan.











