Strategibola.com – Situasi Kobbie Mainoo di Manchester United kembali menjadi perbincangan hangat. Gelandang muda yang musim lalu menjadi salah satu pemain paling konsisten itu justru kehilangan tempat di bawah asuhan Ruben Amorim. Minimnya menit bermain yang ia dapatkan memicu kritik dari banyak pihak, termasuk legenda klub Paul Scholes. Dalam sebuah pernyataan tegas, Scholes menilai Mainoo telah diperlakukan secara tidak adil dan sebaiknya mempertimbangkan hengkang dari Old Trafford.
Scholes Kesal dengan Perlakuan Ruben Amorim terhadap Mainoo

Ekspresi Kobbie Mainoo dalam laga Premier League antara Manchester United vs Liverpool, Minggu (1/9/2024). (c) AP Photo/Dave Thompson
Mainoo sebelumnya menjadi pilar penting lini tengah Manchester United. Namun musim 2025/2026 berjalan sangat berbeda. Ia lebih sering memulai pertandingan dari bangku cadangan, meskipun performa tim jauh dari stabil.
Dalam konferensi pers, Amorim sempat menyebut bahwa Mainoo adalah bagian dari rencana utama dan dianggap sebagai pemain starter. Namun Scholes menilai pernyataan itu hanya basa-basi. Menurutnya, tindakan sang pelatih justru bertolak belakang dengan apa yang ia ucapkan.
Scholes mengatakan melalui media sosial bahwa Amorim “menghancurkan perkembangan Mainoo”, terutama karena sang gelandang tidak dimainkan dalam pertandingan-pertandingan yang seharusnya bisa membantunya berkembang.
Ia menulis,
“Apa yang dia (Amorim) katakan itu omong kosong. Ia menghancurkan anak ini (Mainoo). Ia tidak memainkan pemain yang jelas bisa membantu tim mengontrol jalannya pertandingan.“
Komentar tersebut langsung memicu diskusi luas di kalangan pendukung MU, karena Scholes dikenal jarang melontarkan kritik keras secara publik.
Mainoo Dinilai Layak Cari Tantangan Baru
Paul Scholes tidak berhenti sampai di situ. Ia bahkan menyarankan Mainoo untuk meninggalkan Manchester United demi masa depan kariernya. Menurutnya, talenta sebesar Mainoo tidak pantas hanya menjadi penghangat bangku cadangan, terlebih dalam tim yang masih berjuang menemukan konsistensi.
Scholes mengatakan bahwa meskipun berat melihat pemain akademi pergi, langkah tersebut bisa menjadi keputusan terbaik bagi Mainoo.
Ia menegaskan,
“Saya sebenarnya benci melihat pemain didikan klub pergi, tetapi saya rasa pergi dari United adalah yang terbaik untuknya saat ini.“
Pernyataan tersebut mempertegas ketidakpuasan Scholes terhadap cara Amorim memaksimalkan potensi pemain muda.
Situasi Utama: Ketidakpuasan, Minim Menit Bermain, dan Ketidakjelasan Peran

Gelandang Manchester United, Kobbie Mainoo mencoba menghalangi pemain Brighton, Ferdi Kadioglu di laga Liga Inggris 2025-2026. (c) AP Photo/Dave Thompson
Beberapa faktor diyakini memicu ketegangan ini:
-
Perubahan sistem bermain yang diterapkan Amorim tidak sepenuhnya cocok untuk Mainoo.
-
Kompetisi ketat di lini tengah membuatnya lebih sering tersingkir dalam rotasi.
-
Minimnya komunikasi publik mengenai alasan taktik, membuat spekulasi berkembang.
Di sisi lain, Mainoo masih menjadi salah satu aset terbaik akademi MU, namun peran yang tidak jelas berpotensi merusak perkembangan jangka panjangnya.
Potensi Transfer: 12 Klub Berminat Angkut Mainoo
Rumor transfer semakin kuat setelah laporan menyebutkan bahwa Mainoo tengah mempertimbangkan untuk pergi pada bursa Januari 2026. Setidaknya ada 12 klub Eropa yang dikabarkan tertarik mendatangkannya.
Beberapa faktor yang membuat Mainoo diminati:
-
Usia muda dengan pengalaman Premier League
-
Kemampuan bermain sebagai gelandang box-to-box
-
Potensi berkembang yang masih sangat besar
Jika keputusan hengkang diambil, MU berpotensi kehilangan salah satu pemain paling menjanjikan dari generasi terbaru.
Situasi Kobbie Mainoo di Manchester United kini memasuki fase yang semakin rumit. Kritik tajam Paul Scholes menggambarkan kegelisahan banyak pihak terhadap cara Ruben Amorim mengelola talenta muda tersebut. Dengan banyaknya klub peminat dan menit bermain yang terus menurun, masa depan Mainoo di Old Trafford kini benar-benar berada di titik krusial. Apakah ia bertahan dan berjuang merebut tempatnya kembali, atau mengikuti saran Scholes untuk pergi demi karier yang lebih cerah?





