Strategibola.com – Pemerintah Gabon mengambil langkah drastis usai kegagalan tim nasional sepak bola mereka di ajang Piala Afrika 2025 yang digelar di Maroko. Tim berjuluk Panthers itu resmi dibekukan menyusul hasil buruk di fase grup, yang diakhiri tanpa satu pun kemenangan.
Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Olahraga Sementara Gabon, Simplice-Desire Mamboula, melalui siaran televisi nasional. Pemerintah menilai performa tim nasional mencoreng citra sepak bola negara dan membutuhkan evaluasi menyeluruh dari akar permasalahan.
Finis Terbawah Grup, Gabon Gagal Total
Gabon menutup fase grup dengan catatan mengecewakan setelah menelan tiga kekalahan beruntun. Pada dua laga awal Grup F, mereka kalah dari Kamerun dan Mozambik. Kekalahan terakhir terjadi saat menghadapi Pantai Gading di Marrakesh pada Rabu (31/12/2025).
Dalam laga penutup tersebut, Gabon sebenarnya sempat unggul 2-0 atas tim lapis kedua Pantai Gading. Namun keunggulan itu runtuh di babak kedua, hingga akhirnya mereka menyerah dengan skor 2-3. Hasil itu memastikan Gabon finis sebagai juru kunci grup dan tersingkir lebih awal dari turnamen.
Pelatih dan Staf Resmi Diberhentikan
Sebagai bagian dari kebijakan tegas pemerintah, pelatih kepala Thierry Mouyouma diberhentikan dari jabatannya. Tidak hanya itu, seluruh staf kepelatihan tim nasional juga ikut dicopot. Pemerintah menyatakan aktivitas tim nasional dihentikan sementara hingga ada keputusan lanjutan.
Dalam pernyataannya, Mamboula menegaskan bahwa pembekuan tim nasional dilakukan sebagai respons atas penampilan yang dinilai memalukan. Pemerintah ingin mengirim pesan kuat bahwa hasil buruk tidak bisa dibiarkan tanpa konsekuensi.
Aubameyang dan Ecuele Manga Dicoret
Selain membubarkan staf pelatih, pemerintah Gabon juga mencoret dua pemain senior dari tim nasional, yakni Pierre-Emerick Aubameyang dan Bruno Ecuele Manga. Keduanya tidak dimainkan pada pertandingan terakhir fase grup.
Aubameyang sendiri telah lebih dulu kembali ke klubnya, Marseille, untuk menjalani perawatan cedera paha. Meski tidak tampil di laga penutup, namanya tetap menjadi sorotan dalam keputusan pemerintah tersebut.
Respons Aubameyang Lewat Media Sosial
Mantan Pemain Terbaik Afrika itu merespons pencoretan dirinya melalui akun media sosial X. Aubameyang menyatakan bahwa persoalan tim nasional Gabon jauh lebih kompleks dan tidak bisa disederhanakan dengan menunjuk satu atau dua individu sebagai penyebab.
Pernyataan tersebut mengindikasikan adanya masalah struktural yang lebih dalam, mulai dari manajemen, pembinaan, hingga arah kebijakan sepak bola nasional Gabon.
Langkah Langka di Tengah Aturan FIFA
Pembekuan tim nasional oleh pemerintah bukan hal baru dalam sejarah sepak bola Afrika. Namun, langkah seperti ini kini jarang dilakukan karena sikap tegas FIFA terhadap intervensi pemerintah dalam urusan federasi sepak bola.
FIFA secara konsisten melarang campur tangan negara dalam pengelolaan federasi nasional. Risiko sanksi internasional membuat banyak negara memilih jalur evaluasi internal ketimbang pembekuan langsung.
Masa Depan Timnas Gabon Masih Abu-Abu
Hingga kini, belum ada kejelasan kapan aktivitas tim nasional Gabon akan kembali berjalan. Pemerintah menyatakan evaluasi menyeluruh akan dilakukan sebelum mengambil langkah selanjutnya.
Kegagalan di Piala Afrika 2025 menjadi pukulan berat bagi sepak bola Gabon, terutama setelah harapan besar sempat disematkan pada generasi pemain berpengalaman. Ke depan, publik menunggu apakah langkah tegas ini mampu membawa perubahan nyata atau justru memperpanjang krisis.





