Khabib Bela Xabi Alonso, Sebut Pemain Real Madrid Terlalu Manja

Khabib

Strategibola.com – Keputusan Real Madrid untuk mengakhiri kerja sama dengan Xabi Alonso memicu gelombang reaksi dari berbagai kalangan. Salah satu respons paling keras datang dari mantan juara kelas ringan UFC, Khabib Nurmagomedov, yang secara terbuka menyuarakan kekecewaannya melalui media sosial.

Bagi Khabib, pemecatan Alonso bukan sekadar pergantian pelatih biasa. Ia menilai keputusan tersebut sebagai langkah tergesa-gesa yang justru menutup mata terhadap persoalan utama di dalam tim, yakni sikap para pemain bintang yang dianggap terlalu nyaman dan sulit diatur.

Pemecatan yang Mengundang Tanda Tanya

Real Madrid resmi melepas Xabi Alonso setelah kekalahan dari Barcelona pada ajang Piala Super Spanyol 2026. Hasil tersebut menjadi titik balik yang mengejutkan, mengingat Alonso baru delapan bulan menukangi Los Blancos dan masih memiliki kontrak jangka panjang.

Padahal, secara kompetitif, posisi Real Madrid belum sepenuhnya terpuruk. Mereka masih berada di papan atas La Liga, tetap bersaing di Liga Champions, serta melaju di Copa del Rey. Fakta ini membuat banyak pihak mempertanyakan apakah kegagalan tersebut layak dibebankan sepenuhnya kepada sang pelatih.

Khabib: Alonso Bukan Kambing Hitam

Sebagai penggemar sepak bola yang dikenal kerap mengikuti kiprah Real Madrid, Khabib Nurmagomedov menilai Xabi Alonso menjadi korban dari dinamika internal tim. Menurutnya, pelatih tidak akan pernah bisa bekerja maksimal jika atmosfer ruang ganti tidak mendukung.

Dalam pandangannya, pelatih adalah pemegang kendali taktik dan strategi, tetapi keberhasilan di lapangan sangat ditentukan oleh kemauan pemain menjalankan instruksi. Ketika ego individu lebih dominan, maka kegagalan menjadi konsekuensi bersama, bukan tanggung jawab satu orang.

Khabib bahkan menyebut Alonso sebagai salah satu pelatih paling menjanjikan di sepak bola modern. Ia menilai reputasi Alonso yang dibangun bersama Bayer Leverkusen seharusnya menjadi alasan bagi Real Madrid untuk lebih bersabar.

Kritik Tajam untuk Para Pemain Bintang

Dalam unggahan lanjutan, Khabib tidak ragu mengarahkan kritiknya kepada para pemain bintang Real Madrid. Ia menilai skuad bertabur nama besar justru menjadi tantangan tersendiri bagi siapa pun yang duduk di kursi pelatih.

Menurut Khabib, jika sebuah tim tidak mampu bekerja sama dengan pelatih yang kompeten, maka evaluasi seharusnya dimulai dari pemain. Ia menilai budaya “pemain tak tergantikan” justru menggerus disiplin dan profesionalisme dalam tim sebesar Real Madrid.

Isu Internal Warnai Masa Jabatan Alonso

Selain hasil pertandingan, periode kepelatihan Xabi Alonso juga diwarnai isu internal. Hubungannya dengan Vinicius Junior sempat menjadi sorotan setelah sang winger menunjukkan reaksi emosional saat ditarik keluar dalam laga El Clasico beberapa bulan lalu.

Meski insiden tersebut diklaim telah diselesaikan secara internal, rumor ketegangan di ruang ganti terus berembus. Situasi ini memperkuat anggapan bahwa tantangan terbesar Alonso bukan hanya soal taktik, melainkan mengelola karakter pemain bintang.

Era Baru di Santiago Bernabeu

Pasca pemecatan Alonso, Real Madrid bergerak cepat menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih baru. Mantan pemain Los Blancos itu dipromosikan dari tim cadangan dan dijadwalkan menjalani debutnya di ajang Copa del Rey.

Pergantian ini menandai dimulainya babak baru di Santiago Bernabeu. Namun, perdebatan yang disulut reaksi Khabib Nurmagomedov kembali membuka diskusi lama: seberapa besar pengaruh pemain bintang terhadap nasib seorang pelatih di klub sebesar Real Madrid.

Kesimpulan

Reaksi keras Khabib Nurmagomedov mencerminkan kegelisahan banyak pihak terhadap keputusan Real Madrid memecat Xabi Alonso. Di mata Khabib, masalah utama bukan terletak pada kualitas pelatih, melainkan pada mentalitas dan sikap para pemain yang terlalu nyaman.

Kasus ini kembali menegaskan bahwa di level tertinggi sepak bola, keseimbangan antara otoritas pelatih dan kedisiplinan pemain menjadi faktor krusial. Tanpa itu, pergantian pelatih hanya akan menjadi siklus yang terus berulang.

Comments are closed.