Barcelona Geram, Resmi Ajukan Protes ke UEFA
Strategibola – Barcelona mengambil langkah serius setelah kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026. Klub asal Catalan tersebut secara resmi mengajukan protes kepada UEFA terkait sejumlah keputusan wasit yang dinilai kontroversial.
Pertandingan yang berlangsung di Camp Nou itu tidak hanya meninggalkan hasil buruk, tetapi juga memicu perdebatan panjang terkait kepemimpinan wasit Istvan Kovacs.
Kartu Merah Cubarsi Jadi Awal Kontroversi
Salah satu momen krusial terjadi di babak pertama ketika bek muda Barcelona, Pau Cubarsi, diganjar kartu merah usai tinjauan VAR.
Ia dianggap melakukan pelanggaran sebagai pemain terakhir terhadap Giuliano Simeone. Keputusan ini langsung mengubah jalannya pertandingan dan membuat Barcelona harus bermain dengan 10 pemain.
Insiden Handball Picu Kemarahan
Kontroversi semakin memuncak di awal babak kedua. Dalam situasi tendangan gawang, kiper Atletico Juan Musso memainkan bola ke arah Marc Pubill.
Pubill kemudian menghentikan bola menggunakan tangan sebelum mengembalikannya kepada Musso. Para pemain Barcelona langsung memprotes karena menganggap bola sudah aktif dalam permainan.
Namun, wasit dan VAR tidak menganggap kejadian tersebut sebagai pelanggaran. Keputusan ini memicu kemarahan besar dari kubu tuan rumah.
Barcelona Minta Investigasi Menyeluruh
Melalui pernyataan resmi, Barcelona menyebut keputusan tersebut sebagai kesalahan serius yang berdampak pada hasil pertandingan.
Klub bahkan telah berkonsultasi dengan tim hukum sebelum mengajukan protes resmi ke UEFA. Mereka meminta investigasi menyeluruh, termasuk transparansi komunikasi antara wasit dan VAR.
Barcelona juga menyoroti bahwa kejadian serupa bukan pertama kali terjadi, sehingga mereka merasa dirugikan dalam beberapa musim terakhir di kompetisi Eropa.
Hansi Flick Kritik Keras Keputusan Wasit
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, turut menyuarakan kekecewaannya. Ia menilai insiden handball tersebut seharusnya berujung kartu kuning kedua bagi Pubill, yang berarti kartu merah.
Menurut Flick, situasi tersebut juga layak menghasilkan penalti bagi Barcelona.
Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut sangat merugikan timnya dan memengaruhi jalannya pertandingan secara signifikan.

Kontroversi Wasit Kembali Jadi Sorotan di Eropa
Kasus ini menambah daftar panjang kontroversi wasit di kompetisi Eropa. Beberapa insiden serupa sebelumnya juga menuai kritik dari berbagai pelatih top.
Perbedaan keputusan dalam situasi yang hampir identik membuat banyak pihak mempertanyakan konsistensi penerapan aturan.
Kesimpulan
Kekalahan Barcelona dari Atletico Madrid tidak hanya soal hasil di lapangan, tetapi juga diwarnai kontroversi yang memicu protes resmi ke UEFA.
Kini, perhatian tertuju pada bagaimana UEFA merespons tuntutan Barcelona. Hasil investigasi nantinya bisa menjadi penentu kepercayaan terhadap sistem perwasitan di Liga Champions.










