Daftar Perubahan Aturan di Piala Dunia 2026: VAR Makin Berkuasa, Pergantian Pemain Dibatasi 10 Detik

Daftar Perubahan Aturan di Piala Dunia 2026: VAR Makin Berkuasa, Pergantian Pemain Dibatasi 10 Detik

StrategibolaPiala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan sengit antarnegara, tetapi juga membawa sejumlah perubahan penting dalam regulasi pertandingan. International Football Association Board (IFAB) telah menyetujui beberapa aturan baru yang akan mulai diterapkan menjelang turnamen yang dibuka pada 12 Juni 2026.

Perubahan tersebut mencakup perluasan peran Video Assistant Referee (VAR), pembatasan waktu pergantian pemain, hingga sanksi tegas terhadap tindakan yang dianggap menghambat jalannya pertandingan.

Aturan-aturan baru ini diperkirakan akan memengaruhi strategi, disiplin, dan manajemen waktu seluruh tim peserta selama turnamen berlangsung.

VAR Kini Memiliki Wewenang Lebih Besar

Salah satu perubahan terbesar menjelang Piala Dunia 2026 adalah perluasan kewenangan VAR.

Menurut IFAB, VAR kini dapat digunakan untuk meninjau pelanggaran yang dilakukan tim penyerang sebelum bola dimainkan dalam situasi sepak pojok maupun tendangan bebas apabila insiden tersebut berdampak langsung terhadap gol, penalti, atau keputusan disiplin.

Dengan aturan ini, kejadian yang sebelumnya sulit terdeteksi kini dapat kembali diperiksa melalui rekaman video untuk memastikan keputusan wasit lebih akurat.

Meski demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan wasit utama setelah menerima rekomendasi dari tim VAR.

Daftar Perubahan Aturan Baru Piala Dunia 2026

1. Batas Waktu Lemparan ke Dalam dan Tendangan Gawang

Wasit kini dapat melakukan hitungan mundur visual selama lima detik jika menilai pemain sengaja memperlambat permainan.

Jika lemparan ke dalam tidak dilakukan hingga hitungan selesai, penguasaan bola akan diberikan kepada lawan. Sementara itu, keterlambatan dalam melakukan tendangan gawang dapat berujung pada pemberian tendangan sudut untuk tim lawan.

2. Pergantian Pemain Wajib Selesai dalam 10 Detik

Aturan baru juga mengatur proses pergantian pemain secara lebih ketat.

Pemain yang ditarik keluar harus meninggalkan lapangan dalam waktu maksimal 10 detik setelah pergantian diumumkan. Jika melewati batas tersebut, pemain pengganti tidak diperbolehkan masuk hingga satu menit setelah pertandingan kembali berjalan.

Aturan ini dibuat untuk mengurangi praktik membuang waktu yang kerap terjadi di menit-menit akhir pertandingan.

3. Penanganan Cedera Lebih Ketat

Pemain yang menerima perawatan medis atau menyebabkan pertandingan dihentikan karena cedera wajib keluar lapangan dan menunggu satu menit setelah pertandingan dimulai kembali sebelum diizinkan masuk.

Selain itu, wasit juga memiliki kewenangan melarang pemain mendekati area teknis untuk berdiskusi dengan pelatih selama proses penanganan cedera berlangsung.

4. VAR Bisa Meninjau Kartu Merah Akibat Kartu Kuning Kedua

IFAB memberikan tambahan fungsi kepada VAR untuk meninjau insiden kartu merah yang muncul akibat pemberian kartu kuning kedua yang dianggap jelas keliru.

Langkah ini bertujuan mengurangi kesalahan yang dapat memengaruhi hasil pertandingan secara signifikan.

5. Koreksi Salah Identitas Pemain

VAR kini juga dapat membantu wasit ketika terjadi kesalahan identitas pemain.

Jika kartu kuning atau kartu merah diberikan kepada pemain yang salah, VAR berhak merekomendasikan koreksi sehingga hukuman dijatuhkan kepada pemain yang sebenarnya melakukan pelanggaran.

6. VAR Dapat Mengoreksi Keputusan Tendangan Sudut

Keputusan tendangan sudut yang dianggap keliru kini dapat ditinjau menggunakan VAR selama proses koreksi dapat dilakukan dengan cepat dan tidak menghambat jalannya pertandingan.

7. Larangan Menutupi Mulut Saat Bersikap Agresif

Salah satu aturan yang paling menarik perhatian adalah larangan menutupi mulut menggunakan tangan atau jersey saat bersikap agresif kepada lawan.

Pemain yang melakukan tindakan tersebut dapat langsung menerima kartu merah.

Namun, aturan ini tidak berlaku apabila pemain menutupi mulut saat berbicara dengan rekan setim atau melakukan komunikasi normal di lapangan.

Fokus Utama: Mengurangi Praktik Buang Waktu

IFAB menjelaskan bahwa seluruh perubahan aturan tersebut memiliki tujuan utama untuk meningkatkan waktu bermain efektif dan mengurangi praktik membuang waktu yang semakin sering terjadi dalam sepak bola modern.

Mulai dari pembatasan waktu lemparan ke dalam, tendangan gawang, pergantian pemain, hingga penanganan cedera, semuanya dirancang agar pertandingan berjalan lebih cepat, dinamis, dan menarik untuk ditonton.

Dengan adanya sanksi yang lebih tegas, tim-tim peserta dipaksa untuk lebih disiplin dalam mengelola waktu selama pertandingan.

Tim Peserta Harus Cepat Beradaptasi

Perubahan regulasi ini dipastikan akan memengaruhi cara tim mengelola pertandingan, baik dalam situasi bola mati, pergantian pemain, maupun interaksi antarpemain di lapangan.

VAR yang semakin aktif juga membuat setiap pelanggaran kecil berpotensi mendapatkan perhatian lebih besar dibandingkan sebelumnya. Karena itu, disiplin taktik dan perilaku akan menjadi faktor yang sangat penting selama Piala Dunia 2026.

Tidak hanya berlaku di ajang Piala Dunia, aturan baru ini berpotensi diterapkan secara luas di berbagai liga dan kompetisi internasional karena sebagian besar turnamen sepak bola dunia mengacu pada Laws of the Game yang ditetapkan oleh IFAB.

Comments are closed.