Strategibola.com – Manchester United incar Pape Gueye sebagai langkah strategis untuk memperkuat lini tengah jelang musim 2026/27. Manajemen klub mulai menyusun rencana suksesi Casemiro yang diproyeksikan meninggalkan Old Trafford pada akhir musim. Fokus kini mengarah ke La Liga, tepatnya ke Villarreal, tempat Gueye berkembang pesat dalam satu tahun terakhir.
Langkah ini bukan sekadar spekulasi. Beberapa laporan media Eropa menyebutkan bahwa Manchester United telah melakukan pemantauan intens terhadap performa gelandang timnas Senegal tersebut. Klub ingin memastikan setiap rekrutan memiliki kualitas teknis, fisik, dan mental yang sesuai dengan kebutuhan kompetisi Liga Inggris yang menuntut intensitas tinggi.
Manchester United Incar Pape Gueye sebagai Target Utama
Nama Pape Gueye berada di posisi teratas dalam daftar incaran. Pemain berusia 27 tahun itu tampil konsisten bersama Villarreal dan menunjukkan perkembangan signifikan sejak bergabung secara gratis dari Marseille pada 2024. Dalam dua musim terakhir, ia menjelma menjadi gelandang tengah yang komplet.
Manchester United incar Pape Gueye karena profilnya dinilai mirip dengan Casemiro dalam hal kemampuan bertahan, membaca permainan, dan duel fisik. Selain itu, Gueye memiliki mobilitas yang baik serta distribusi bola yang stabil. Kombinasi tersebut dianggap cocok untuk membangun fondasi lini tengah baru yang lebih dinamis.
Sepanjang musim ini, ia mencatatkan tiga gol dan satu assist di La Liga. Meski kontribusi statistiknya tidak mencolok, dampaknya terasa dalam keseimbangan tim. Ia kerap menjadi pemutus serangan lawan dan penghubung transisi dari bertahan ke menyerang.
Performa di Piala Afrika Tingkatkan Nilai Transfer
Nilai jual Gueye meningkat drastis setelah tampil impresif di Piala Afrika 2025. Ia mencetak gol penentu kemenangan Senegal pada babak tambahan final melawan Maroko. Momen tersebut mempertegas kapasitasnya bermain di laga bertekanan tinggi.
Penampilan di turnamen besar sering menjadi indikator kesiapan pemain menghadapi ekspektasi klub elite. Dalam konteks ini, Manchester United incar Pape Gueye karena ia telah membuktikan mentalitas kompetitif di level internasional.
Selain faktor teknis, aspek pengalaman juga menjadi pertimbangan penting. Gueye sudah terbiasa menghadapi berbagai gaya permainan di Ligue 1 dan La Liga. Adaptasi ke Premier League dinilai lebih realistis dibanding pemain yang belum pernah tampil di liga top Eropa.
Analisis Kebutuhan Manchester United
Lini tengah Manchester United membutuhkan pembaruan. Casemiro selama ini menjadi jangkar utama, tetapi usia dan dinamika taktik membuat klub mempertimbangkan regenerasi. Manajemen ingin menghadirkan pemain yang mampu bertahan sekaligus mendukung progresi bola.
Manchester United incar Pape Gueye karena ia memiliki rasio tekel sukses yang tinggi serta disiplin posisi yang baik. Dalam sistem Villarreal, ia berperan sebagai pelindung lini belakang sekaligus penyeimbang saat bek sayap naik membantu serangan. Fleksibilitas ini menjadi nilai tambah dalam skema modern.
Selain itu, Gueye dikenal memiliki etos kerja tinggi. Karakter tersebut penting bagi klub yang tengah membangun ulang identitas permainan. Rekrutmen tidak lagi hanya berfokus pada nama besar, tetapi pada kesesuaian taktik dan stabilitas jangka panjang.
Sikap Villarreal dan Situasi Kontrak
Villarreal tidak dalam posisi terdesak untuk menjual. Gueye masih terikat kontrak hingga 2028. Klub Spanyol itu memiliki reputasi sebagai penjual cerdas yang melepas pemain ketika valuasi terpenuhi. Namun, mereka juga tidak ragu mempertahankan aset penting jika tawaran belum sesuai.
Manchester United incar Pape Gueye dengan kesadaran bahwa negosiasi tidak akan mudah. Potensi biaya transfer diperkirakan cukup tinggi mengingat kontribusi dan usia sang pemain yang berada di masa puncak karier.
Pelatih Villarreal sebelumnya menyatakan bahwa kehadiran Gueye sangat penting bagi keseimbangan tim. Ketidakhadirannya saat Piala Afrika disebut berdampak signifikan terhadap performa kolektif. Pernyataan ini menguatkan posisi tawar klub dalam pembicaraan transfer.
Proyeksi Dampak bagi Manchester United
Jika transfer terealisasi, kedatangan Gueye bisa menjadi simbol awal era baru di lini tengah. Manchester United incar Pape Gueye bukan hanya sebagai pengganti Casemiro, tetapi sebagai fondasi proyek jangka menengah.
Secara taktis, ia berpotensi membentuk kemitraan solid dengan gelandang kreatif di depannya. Keberadaannya memungkinkan tim bermain lebih agresif tanpa mengorbankan struktur pertahanan. Dalam kompetisi seperti Liga Inggris dan Liga Champions, keseimbangan ini sangat krusial.
Menjelang Piala Dunia 2026, Gueye juga memiliki motivasi tambahan untuk menjaga konsistensi. Performa stabil di klub besar akan memperkuat posisinya di tim nasional Senegal. Faktor ini bisa menjadi dorongan internal yang menguntungkan Manchester United.





