Strategibola – Pelatih Como, Cesc Fabregas, memberikan pandangan menarik mengenai taktik sepak bola modern menjelang pertandingan penting melawan AS Roma di Serie A. Mantan gelandang Barcelona dan Arsenal tersebut menilai banyak orang salah memahami cara tim besar seperti Manchester City membangun serangan.
Menurut Fabregas, anggapan bahwa tim asuhan Pep Guardiola selalu memulai serangan dari lini belakang hanyalah sebuah mitos. Ia menegaskan bahwa sepak bola jauh lebih fleksibel daripada sekadar satu pola permainan.
Komentar tersebut muncul saat Fabregas berbicara dalam konferensi pers menjelang laga Como kontra Roma yang diprediksi berlangsung sengit.
Como Tampil Mengejutkan di Serie A
Musim ini Como menjadi salah satu kejutan terbesar di Serie A. Tim yang dilatih Fabregas secara mengejutkan berhasil menembus empat besar klasemen sementara.
Prestasi ini membuat banyak pengamat mulai membicarakan peluang Como untuk tampil di Liga Champions musim depan. Namun Fabregas memilih untuk meredam ekspektasi tersebut.
Bagi pelatih berusia 38 tahun itu, fokus utama timnya saat ini adalah terus berkembang dan menjaga konsistensi permainan.
“Jika kami berhasil lolos ke sana, itu bagus. Jika tidak, kami tetap melanjutkan proses yang sedang kami bangun,” ujar Fabregas.
Fabregas Larang Pemain Bicara Liga Champions
Euforia para pendukung Como memang sedang tinggi. Posisi di empat besar membuat banyak pihak mulai bermimpi besar mengenai tiket Liga Champions.
Namun Fabregas justru mengambil sikap tegas. Ia bahkan melarang para pemainnya membicarakan kompetisi elit Eropa tersebut untuk saat ini.
Menurutnya, membicarakan target terlalu jauh justru bisa mengganggu fokus tim yang sedang berkembang.
“Saya akan marah jika para pemain berbicara tentang Liga Champions sekarang,” tegas Fabregas.
Ia menambahkan bahwa bukan topiknya yang menjadi masalah, melainkan waktunya yang belum tepat.
Roma Dinilai Punya Skuad Sangat Kuat
Jelang menghadapi AS Roma, Fabregas juga menunjukkan rasa hormat tinggi kepada lawannya. Ia menilai tim ibu kota Italia tersebut memiliki kedalaman skuad yang luar biasa.
Fabregas secara khusus menyoroti aktivitas transfer Roma pada bursa Januari yang menurutnya sangat cerdas.
“Mereka memiliki jendela transfer yang luar biasa. Mereka meningkatkan level tim lebih dari siapa pun,” puji Fabregas.
Karena itu, Como harus tampil sempurna jika ingin meraih kemenangan dalam pertandingan tersebut.
Como Butuh Performa Sempurna
Fabregas menyadari timnya harus bermain di level terbaik untuk mengalahkan Roma. Ia mencontohkan beberapa kemenangan impresif Como musim ini sebagai standar yang harus diulang.
Kemenangan atas Napoli dan Juventus menjadi bukti bahwa Como mampu bersaing dengan tim besar jika bermain dengan performa maksimal.
“Kami membutuhkan pertandingan yang sempurna, seperti saat menang di Napoli atau melawan Juventus,” katanya.
Fabregas juga menegaskan bahwa timnya harus tetap bermain dengan identitas sendiri.
Fabregas Singgung Taktik Manchester City
Dalam pembahasan taktik, Fabregas juga menyinggung peran pemain muda Nico Paz di lini tengah Como. Ia menolak ide untuk mengubah posisi pemain tersebut secara drastis.
Menurutnya, Paz adalah pemain bertipe trequartista yang mengandalkan naluri kreatif dalam menyerang.
Fabregas kemudian memberikan contoh menarik dengan menyebut Manchester City.
“Apakah Anda pikir Manchester City selalu membangun serangan dari belakang? Tidak,” ujar Fabregas.
Ia menjelaskan bahwa situasi di lapangan sering kali memaksa tim untuk menyesuaikan pendekatan permainan.
Tekanan lawan, karakter pemain, hingga situasi pertandingan bisa membuat sebuah tim memilih cara berbeda dalam membangun serangan.
Fabregas menegaskan bahwa kepercayaan terhadap fase pertama build up sangat penting dalam filosofi permainan modern.





