Babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 menyajikan berbagai cerita menarik yang mengubah peta persaingan menuju perebutan gelar juara. Sejumlah pertandingan berlangsung dramatis, menghadirkan kejutan, comeback luar biasa, hingga kontroversi yang menjadi perbincangan dunia sepak bola.
Fase gugur kali ini juga menjadi panggung emosional bagi beberapa pemain bintang. Di saat Lionel Messi kembali menunjukkan kelasnya sebagai pembeda, Cristiano Ronaldo justru harus mengakhiri perjalanannya lebih cepat bersama Portugal. Hasil tersebut membuat delapan tim terbaik kini bersiap menghadapi tantangan yang lebih berat di babak perempat final.
Perubahan hasil pertandingan otomatis memengaruhi peringkat kekuatan setiap tim. Beberapa negara berhasil meningkatkan statusnya berkat performa impresif, sementara yang lain harus turun setelah gagal memenuhi ekspektasi.
16. Amerika Serikat Gagal Memenuhi Ekspektasi Setelah Diterpa Kontroversi
Peringkat FIFA: 16
Peringkat Kekuatan Sebelumnya: 13
Perjalanan Amerika Serikat menuju babak 16 besar sebenarnya cukup menjanjikan. Tim asuhan Mauricio Pochettino tampil solid sepanjang fase grup dan sempat dianggap sebagai salah satu kuda hitam turnamen.
Namun, situasi berubah menjelang laga melawan Belgia ketika keputusan kontroversial mengenai Folarin Balogun memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Penyerang tersebut sebelumnya mendapat kartu merah, tetapi akhirnya tetap diizinkan tampil setelah hukuman skorsingnya ditinjau ulang. Keputusan tersebut menuai kritik karena dinilai mencederai prinsip keadilan dalam kompetisi.
Alih-alih mendapat keuntungan, Amerika Serikat justru tampil di bawah performa terbaiknya. Belgia memanfaatkan situasi dengan sangat efektif dan menang telak 4-1. Sepanjang pertandingan, lini serang Amerika kesulitan menciptakan peluang berbahaya dan hanya mampu menghasilkan sedikit ancaman ke gawang lawan.
Beberapa kesalahan individu juga membuat lini pertahanan mereka mudah ditembus. Kekalahan tersebut menutup perjalanan yang sebenarnya cukup menjanjikan, meski penampilan mereka sebelum babak gugur layak mendapat apresiasi.
15. Paraguay Hampir Membuat Prancis Frustrasi
Peringkat FIFA: 34
Peringkat Kekuatan Sebelumnya: 16
Menghadapi salah satu favorit juara bukan perkara mudah bagi Paraguay. Menyadari perbedaan kualitas individu yang cukup jauh, La Albirroja memilih bermain disiplin dan mengutamakan pertahanan sepanjang pertandingan.
Penguasaan bola sepenuhnya dikuasai Prancis, sementara Paraguay lebih fokus menutup ruang, menghentikan serangan lawan, dan memanfaatkan duel fisik untuk memperlambat tempo permainan.
Strategi tersebut hampir membuahkan hasil. Hingga memasuki pertengahan babak kedua, Prancis belum mampu membongkar organisasi pertahanan Paraguay yang tampil sangat rapat.
Sayangnya, sebuah penetrasi Désiré Doué memaksa pemain Paraguay melakukan pelanggaran di kotak penalti. Setelah meninjau tayangan VAR, wasit memberikan hadiah penalti yang kemudian diselesaikan dengan tenang oleh Kylian Mbappé.
Meski akhirnya tersingkir, Paraguay memperlihatkan organisasi permainan yang disiplin. Mereka mampu memaksa salah satu tim terbaik dunia bekerja keras selama lebih dari satu jam sebelum akhirnya kebobolan.
14. Kanada Menutup Turnamen dengan Kepala Tegak
Peringkat FIFA: 30
Peringkat Kekuatan Sebelumnya: 15
Kanada menjadi salah satu kejutan menyenangkan sepanjang Piala Dunia 2026. Permainan kolektif yang atraktif membawa mereka melangkah hingga babak 16 besar, sebuah pencapaian yang patut diapresiasi.
Saat menghadapi Maroko, Kanada bahkan sempat tampil lebih agresif pada babak pertama. Beberapa peluang berbahaya berhasil diciptakan dan hampir membawa mereka unggul lebih dahulu.
Namun pengalaman Maroko berbicara pada babak kedua. Atlas Lions memanfaatkan satu peluang untuk membuka keunggulan, lalu mengubah jalannya pertandingan menjadi duel terbuka yang berlangsung dengan tempo tinggi.
Ketika Kanada mulai bermain lebih menyerang demi mengejar ketertinggalan, ruang di lini belakang mereka semakin terbuka. Maroko memanfaatkan kondisi tersebut dengan serangan balik cepat hingga akhirnya memastikan kemenangan 3-0.
Meski gagal melangkah lebih jauh, pencapaian Kanada tetap layak diapresiasi. Banyak pihak sebelumnya meragukan kemampuan mereka sebagai salah satu tuan rumah, tetapi tim besutan Jesse Marsch berhasil membuktikan bahwa mereka mampu bersaing di level tertinggi.
13. Mesir Nyaris Menorehkan Sejarah Besar
Peringkat FIFA: 24
Peringkat Kekuatan Sebelumnya: 14
Mesir hampir menciptakan salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026 ketika mampu unggul dua gol atas juara bertahan Argentina.
Selama lebih dari 75 menit, The Pharaohs tampil sangat disiplin. Pertahanan yang kokoh dipadukan dengan serangan balik efektif membuat Argentina kesulitan menemukan ritme permainan mereka.
Bahkan, Mesir sempat mencetak gol ketiga sebelum akhirnya dianulir melalui pemeriksaan VAR. Keputusan tersebut menjadi salah satu titik balik yang mengubah jalannya pertandingan.
Argentina kemudian bangkit secara luar biasa dengan mencetak tiga gol dalam waktu singkat dan membalikkan keadaan menjadi kemenangan dramatis.
Meski gagal lolos ke perempat final, performa Mesir tetap layak mendapat pujian. Mereka berhasil memberikan perlawanan sengit kepada salah satu favorit juara dan hampir menorehkan sejarah baru di pentas sepak bola dunia.
Dengan kolektivitas permainan yang kuat serta semangat juang tinggi, Mesir membuktikan bahwa mereka mampu bersaing melawan tim-tim elite meskipun tidak selalu diperkuat pemain dalam kondisi terbaik.
12. Brasil Kembali Pulang Lebih Cepat Setelah Dihentikan Norwegia
Peringkat FIFA: 5
Peringkat Kekuatan Sebelumnya: 5
Brasil datang ke babak 16 besar dengan tren performa yang terus meningkat. Dari pertandingan ke pertandingan, Selecao mulai menunjukkan identitas permainan menyerang yang selama ini melekat pada mereka. Harapan untuk melangkah jauh pun semakin besar.
Namun, perjalanan tersebut harus terhenti ketika berhadapan dengan Norwegia yang tampil sangat efektif. Sosok Erling Haaland kembali menjadi mimpi buruk bagi lini pertahanan Brasil setelah mencetak dua gol yang memastikan langkah timnya menuju perempat final.
Sebenarnya Brasil memiliki kesempatan emas untuk mengubah jalannya pertandingan. Mereka memperoleh hadiah penalti pada babak pertama, tetapi Bruno Guimarães gagal menjalankan tugasnya setelah tendangannya berhasil dibaca dengan sempurna oleh Ørjan Nyland.
Penampilan gemilang sang penjaga gawang Norwegia menjadi salah satu faktor utama di balik keberhasilan timnya. Ia melakukan sejumlah penyelamatan penting yang membuat para pemain Brasil frustrasi sepanjang pertandingan.
Brasil baru mampu memperkecil ketertinggalan melalui penalti Neymar di penghujung laga. Sayangnya gol tersebut tidak cukup untuk menghindarkan mereka dari kekalahan.
Kegagalan ini kembali memperpanjang penantian Brasil untuk mengangkat trofi Piala Dunia. Bagi negara yang dikenal sebagai rumah bagi permainan indah atau jogo bonito, hasil tersebut tentu menjadi kekecewaan besar.
11. Kolombia Kehilangan Konsistensi di Momen Penentuan
Peringkat FIFA: 11
Peringkat Kekuatan Sebelumnya: 8
Kolombia sempat membuka turnamen dengan sangat meyakinkan. Kemenangan atas Uzbekistan menunjukkan potensi besar yang dimiliki Los Cafeteros untuk menjadi salah satu tim kejutan.
Namun performa tersebut tidak mampu dipertahankan hingga fase gugur.
Produktivitas lini depan mulai menurun dalam beberapa pertandingan berikutnya. Mereka kesulitan menciptakan peluang bersih dan tidak lagi tampil seagresif seperti saat laga pembuka.
Situasi itu semakin terlihat ketika menghadapi Swiss di babak 16 besar. Selama 120 menit pertandingan, Kolombia gagal menemukan celah untuk membobol gawang lawan sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Luis Díaz, yang sebelumnya tampil impresif di level klub, juga belum mampu memberikan kontribusi maksimal di turnamen ini. Setelah terlibat langsung dalam gol pada pertandingan pertama, pengaruhnya di lini serang perlahan menghilang.
Padahal secara kualitas individu maupun kolektivitas, Kolombia memiliki potensi besar untuk melangkah lebih jauh. Sayangnya inkonsistensi permainan membuat perjalanan mereka harus berakhir lebih cepat.
10. Meksiko Tersingkir Terhormat Setelah Duel Sengit Melawan Inggris
Peringkat FIFA: 10
Peringkat Kekuatan Sebelumnya: 6
Meksiko harus mengakhiri petualangannya di Piala Dunia 2026 setelah kalah tipis dari Inggris dalam pertandingan yang berlangsung penuh tensi.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, El Tri sebenarnya memiliki modal yang cukup baik. Mereka tampil impresif sepanjang turnamen dengan empat kemenangan dan pertahanan yang sangat solid.
Namun Inggris mampu memanfaatkan peluang secara efektif. Gol cepat Jude Bellingham disusul penalti Harry Kane membuat Meksiko berada dalam posisi sulit sejak awal pertandingan.
Meski sempat unggul jumlah pemain selama sebagian laga, Meksiko tetap kesulitan menembus pertahanan disiplin yang diperagakan The Three Lions. Jordan Pickford juga tampil luar biasa melalui sejumlah penyelamatan penting yang menggagalkan berbagai peluang tuan rumah.
Kekalahan ini memang terasa menyakitkan, tetapi secara keseluruhan performa Meksiko tetap layak diapresiasi. Mereka berhasil menjadi tuan rumah dengan pencapaian terbaik dibandingkan negara penyelenggara lainnya serta menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang kompetisi.
9. Portugal dan Akhir Perjalanan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia
Peringkat FIFA: 7
Peringkat Kekuatan Sebelumnya: 9
Piala Dunia 2026 kemungkinan menjadi penampilan terakhir Cristiano Ronaldo di panggung sepak bola terbesar dunia.
Meski tidak lagi berada di performa terbaiknya, Ronaldo tetap meninggalkan warisan luar biasa sepanjang karier internasionalnya. Ia menjadi satu-satunya pemain yang berhasil mencetak gol di enam edisi Piala Dunia berbeda dan menorehkan berbagai rekor yang sulit disamai generasi berikutnya.
Sayangnya, impian mengangkat trofi Piala Dunia belum juga terwujud.
Portugal sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit kepada Spanyol pada babak 16 besar. Mereka beberapa kali menciptakan tekanan yang merepotkan lini belakang lawan, sementara Diogo Costa tampil luar biasa dengan sederet penyelamatan penting.
Namun ketangguhan pertahanan Portugal akhirnya runtuh pada menit-menit akhir ketika Mikel Merino mencetak gol kemenangan untuk Spanyol.
Kekalahan tersebut bukan hanya mengakhiri perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026, tetapi juga menutup sebuah era besar dalam sejarah sepak bola negara itu.
Setelah turnamen ini, Portugal diperkirakan akan memasuki fase regenerasi. Kepergian Cristiano Ronaldo dari tim nasional serta kemungkinan berakhirnya masa kepelatihan Roberto Martínez akan membuka babak baru bagi Selecao das Quinas dalam membangun skuad masa depan.
8. Swiss Terus Menulis Sejarah Meski Masih Menyisakan Pekerjaan Besar
Peringkat FIFA: 15
Peringkat Kekuatan Sebelumnya: 10
Swiss berhasil mencatatkan pencapaian bersejarah dengan melangkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026. Tiket tersebut diraih setelah menyingkirkan Kolombia melalui drama adu penalti dalam pertandingan yang berlangsung ketat selama 120 menit.
Laga tersebut memang tidak menyuguhkan banyak peluang berbahaya. Kedua tim tampil berhati-hati dan lebih fokus menjaga organisasi permainan dibanding mengambil risiko menyerang.
Ketangguhan lini belakang kembali menjadi kekuatan utama Swiss. Disiplin bertahan membuat mereka mampu meredam kreativitas para pemain Kolombia hingga akhirnya memastikan kemenangan lewat adu penalti.
Meski demikian, masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan menjelang duel melawan Argentina. Minimnya kreativitas di lini depan menjadi perhatian utama, terutama saat Johan Manzambi harus absen akibat cedera.
Gelandang muda berusia 20 tahun itu dinilai sebagai salah satu pemain yang mampu memberikan variasi serangan melalui pergerakan cepat dan permainan langsung. Apabila kondisinya membaik, kehadirannya bisa menjadi tambahan kekuatan penting bagi Swiss dalam upaya menciptakan kejutan di babak delapan besar.
Namun jika Manzambi belum pulih, Swiss kemungkinan kembali mengandalkan pertahanan solid dan efektivitas dalam memanfaatkan peluang sekecil apa pun.
7. Belgia Mulai Menemukan Performa Terbaik di Momen yang Tepat
Peringkat FIFA: 8
Peringkat Kekuatan Sebelumnya: 12
Belgia menjadi salah satu tim yang menunjukkan perkembangan paling signifikan sepanjang turnamen. Setelah tampil kurang meyakinkan di fase awal, Setan Merah kini mulai menemukan ritme permainan yang membuat mereka layak diperhitungkan sebagai kandidat kuat.
Produktivitas gol mereka meningkat drastis. Dalam tiga pertandingan terakhir, Belgia berhasil mencetak 12 gol, membuktikan efektivitas lini depan sekaligus kedalaman skuad yang dimiliki.
Pelatih Rudi Garcia juga mampu memaksimalkan kontribusi pemain pengganti. Strategi pergantian pemain beberapa kali memberikan dampak langsung terhadap jalannya pertandingan.
Saat menghadapi Amerika Serikat, dua gol Belgia bahkan lahir dari pemain yang masuk dari bangku cadangan. Situasi tersebut menunjukkan bahwa kualitas skuad mereka tidak hanya bergantung pada sebelas pemain utama.
Meski tidak selalu mendominasi penguasaan bola, Belgia mampu bermain sangat efisien. Mereka lebih banyak menciptakan peluang berbahaya dan tampil efektif saat melakukan transisi menyerang.
Performa tersebut menjadi modal penting menjelang laga menghadapi Spanyol di perempat final. Dengan kepercayaan diri yang sedang meningkat, Belgia berpeluang menghadirkan kejutan apabila mampu mempertahankan konsistensi permainan.
6. Erling Haaland Membawa Norwegia Mencetak Sejarah
Peringkat FIFA: 19
Peringkat Kekuatan Sebelumnya: 11
Norwegia menjadi salah satu kisah paling menarik di Piala Dunia 2026. Negara yang selama ini jarang diperhitungkan berhasil menembus babak perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Di balik pencapaian tersebut, nama Erling Haaland menjadi sosok yang paling bersinar.
Penyerang berusia 25 tahun itu kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak dua gol ke gawang Brasil pada babak 16 besar. Tambahan tersebut membuat koleksi golnya di turnamen ini semakin mengesankan dan menegaskan statusnya sebagai salah satu kandidat kuat peraih Sepatu Emas.
Haaland terus membuktikan bahwa dirinya merupakan penyerang yang sangat sulit dihentikan. Sedikit ruang di depan gawang sudah cukup baginya untuk mengubah jalannya pertandingan.
Meski begitu, keberhasilan Norwegia tidak hanya bergantung pada ketajaman Haaland. Pertahanan yang disiplin, kerja sama antarlini, serta penampilan gemilang Ørjan Nyland di bawah mistar juga menjadi fondasi penting dalam perjalanan mereka.
Selanjutnya Norwegia akan menghadapi Inggris di babak perempat final. Berbekal kepercayaan diri tinggi dan tanpa tekanan besar, mereka memiliki peluang untuk kembali membuat kejutan.
5. Maroko Semakin Matang dan Siap Menghadapi Tantangan Lebih Berat
Peringkat FIFA: 6
Peringkat Kekuatan Sebelumnya: 7
Maroko kembali membuktikan bahwa keberhasilan mereka dalam beberapa tahun terakhir bukanlah kebetulan. Atlas Lions tampil sangat matang saat mengalahkan Kanada dengan skor meyakinkan 3-0.
Pada babak pertama, Maroko terlihat lebih sabar dan tidak terburu-buru mengambil inisiatif menyerang. Mereka membiarkan Kanada menguasai bola sambil menunggu kesempatan untuk melancarkan serangan balik.
Strategi tersebut berjalan sempurna. Gol pembuka yang lahir melalui skema bola mati mengubah arah pertandingan dan memaksa Kanada bermain lebih terbuka.
Situasi itu dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Maroko. Kecepatan para pemain sayap serta efektivitas serangan balik menghasilkan dua gol tambahan yang memastikan kemenangan tanpa harus menguras terlalu banyak tenaga.
Keberhasilan menjaga intensitas permainan menjadi nilai tambah bagi Maroko menjelang laga perempat final menghadapi Prancis.
Selain memiliki kondisi fisik yang relatif lebih segar, Maroko juga diperkuat sejumlah pemain berpengalaman yang memahami karakter lawan. Salah satunya adalah Achraf Hakimi, yang memiliki pengalaman bermain bersama beberapa pemain inti Prancis di level klub.
Faktor tersebut dapat menjadi keuntungan tersendiri ketika kedua tim saling berhadapan dalam pertandingan yang diprediksi berlangsung sangat ketat. Jika mampu mempertahankan disiplin bertahan dan efektivitas serangan balik, Maroko berpeluang kembali menciptakan kejutan di Piala Dunia 2026.
4. Spanyol Masih Menang, tetapi Belum Sepenuhnya Meyakinkan
Peringkat FIFA: 3
Peringkat Kekuatan Sebelumnya: 3
Spanyol memang berhasil mengamankan tiket ke perempat final setelah menyingkirkan Portugal. Namun kemenangan tersebut belum sepenuhnya menunjukkan performa terbaik La Furia Roja.
Tim asuhan Luis de la Fuente harus bekerja keras hingga masa injury time sebelum akhirnya memecah kebuntuan. Gol penentu kemenangan lahir melalui Mikel Merino, yang kembali membuktikan kemampuannya tampil sebagai penyelamat saat dibutuhkan.
Sepanjang pertandingan, Spanyol sebenarnya menguasai jalannya laga. Akan tetapi, mereka kesulitan mengubah dominasi penguasaan bola menjadi peluang bersih. Portugal mampu bertahan dengan disiplin, sementara Diogo Costa beberapa kali melakukan penyelamatan penting.
Sorotan juga tertuju kepada Lamine Yamal dan Dani Olmo yang belum menunjukkan performa terbaik sepanjang turnamen. Kreativitas lini serang Spanyol masih belum seefektif saat mereka menjuarai Piala Eropa.
Meski demikian, kekuatan utama Spanyol tetap berada di lini belakang. Hingga babak 16 besar mereka menjadi salah satu tim dengan catatan pertahanan terbaik dan mampu menjaga konsistensi permainan.
Laga melawan Belgia di babak berikutnya diperkirakan menjadi ujian sesungguhnya. Spanyol harus tampil lebih tajam apabila ingin mempertahankan status sebagai salah satu kandidat juara.
3. Inggris Membuktikan Mental Juara
Peringkat FIFA: 4
Peringkat Kekuatan Sebelumnya: 4
Inggris kembali memperlihatkan karakter sebagai tim yang sulit dikalahkan. Dalam pertandingan dramatis menghadapi Meksiko, The Three Lions berhasil mengamankan kemenangan 3-2 meski harus bermain dengan sepuluh pemain selama lebih dari setengah jam.
Tekanan dari tuan rumah datang tanpa henti, terlebih pertandingan berlangsung di Stadion Azteca yang dikenal memiliki atmosfer luar biasa. Namun para pemain Inggris mampu menunjukkan ketenangan dan disiplin bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan tersebut bukan hanya memperlihatkan kualitas individu, tetapi juga mentalitas skuad yang semakin matang di bawah arahan Thomas Tuchel.
Kolaborasi Jude Bellingham dan Harry Kane juga mulai terlihat semakin padu. Keduanya menjadi motor serangan Inggris dan terus memberikan ancaman bagi lini pertahanan lawan.
Selanjutnya, Inggris akan menghadapi Norwegia yang sedang menikmati performa terbaiknya. Menghentikan Erling Haaland tentu menjadi tantangan besar, sehingga Inggris kemungkinan memilih bermain lebih agresif daripada sekadar fokus bertahan.
2. Lionel Messi Kembali Menjadi Penyelamat Argentina
Peringkat FIFA: 2
Peringkat Kekuatan Sebelumnya: 2
Argentina nyaris tersingkir secara mengejutkan ketika menghadapi Mesir di babak 16 besar. Juara bertahan bahkan sempat tertinggal dua gol dan berada di ambang eliminasi.
Namun, ketika situasi semakin sulit, Lionel Messi kembali menunjukkan mengapa dirinya dianggap sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola.
Meski sempat gagal mengeksekusi penalti dan tampil kurang maksimal di sebagian besar pertandingan, Messi tetap mampu memberikan pengaruh besar pada momen-momen krusial.
Umpan silangnya berhasil dimanfaatkan Cristian Romero untuk memperkecil ketertinggalan. Tidak lama berselang, Messi sendiri mencetak gol penyama kedudukan yang membangkitkan semangat seluruh tim.
Momentum tersebut dimanfaatkan Argentina untuk terus menekan hingga akhirnya Enzo Fernández memastikan kemenangan dramatis melalui gol penentu.
Comeback tersebut memperlihatkan karakter juara yang masih dimiliki La Albiceleste. Selama Messi masih berada di lapangan, Argentina selalu memiliki peluang untuk mengubah jalannya pertandingan dalam hitungan menit.
Kini mereka bersiap menghadapi Swiss dengan kepercayaan diri yang kembali meningkat setelah lolos dari salah satu pertandingan paling menegangkan di turnamen ini.
1. Prancis Tetap Menjadi Tim yang Harus Dikalahkan
Peringkat FIFA: 1
Peringkat Kekuatan Sebelumnya: 1
Posisi teratas peringkat kekuatan masih menjadi milik Prancis. Meski harus bekerja keras untuk mengalahkan Paraguay, Les Bleus tetap menunjukkan kualitas sebagai salah satu tim paling komplet di Piala Dunia 2026.
Paraguay berhasil membuat Kylian Mbappé dan rekan-rekannya kesulitan menembus pertahanan yang sangat rapat. Bahkan sepanjang pertandingan, peluang bersih yang diciptakan Prancis tidak sebanyak biasanya.
Gol kemenangan akhirnya lahir melalui titik penalti setelah Désiré Doué berhasil memaksa lawan melakukan pelanggaran di kotak terlarang. Mbappé yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna.
Salah satu keunggulan terbesar Prancis adalah kedalaman skuad yang mereka miliki. Saat para pemain inti mengalami kebuntuan, Didier Deschamps masih memiliki banyak opsi berkualitas dari bangku cadangan untuk mengubah jalannya pertandingan.
Fleksibilitas tersebut membuat Prancis tetap menjadi tim yang sangat berbahaya di fase gugur.
Persaingan Menuju Semifinal Semakin Sulit Diprediksi
Dengan berakhirnya babak 16 besar, hanya delapan tim terbaik yang masih bertahan dalam perebutan trofi Piala Dunia FIFA 2026.
Prancis dan Argentina masih menjadi dua favorit utama berdasarkan performa yang mereka tampilkan sejauh ini. Namun Spanyol, Inggris, Maroko, Belgia, Swiss, hingga Norwegia juga memiliki peluang menghadirkan kejutan jika mampu mempertahankan konsistensi permainan.
Babak perempat final dipastikan menghadirkan pertandingan yang jauh lebih ketat. Kesalahan sekecil apa pun dapat menentukan nasib sebuah tim, sementara aksi para pemain bintang diyakini kembali menjadi pembeda dalam perjalanan menuju semifinal dan perebutan gelar juara dunia.



